JEMBATAN KONTEKS DALAM PEMBELAJARAN IPAS

Strategi, Efektivitas, dan Kesenjangan Capaian Antara Sains dan Sosial di Madrasah Ibtidaiyah

Authors

  • Apid Hapidudin STAI Al-Aulia Bogor
  • Parid Abdulloh STAI Al-Aulia Bogor
  • Amelia Hidayani STAI Al-Aulia Bogor

Keywords:

Capaian Belajar, IPAS, Kurikulum Merdeka, Pendekatan Kontekstual

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif peserta didik serta ketimpangan capaian pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan instruksional yang berpusat pada siswa dan relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari melalui Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi pendekatan kontekstual, efektivitas capaian belajar, serta kendala metodologis yang dihadapi pada pembelajaran IPAS Kelas IV di MI Sirojusshibyan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi lapangan (field research). Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap guru dan peserta didik, serta dokumentasi modul ajar dan rekapitulasi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data memanfaatkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan tujuh komponen utama CTL (konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik) secara terstruktur. Namun demikian, efektivitas pendekatan ini menunjukkan dikotomi yang signifikan antara domain IPA dan IPS. Pada konten IPA (materi Gaya), tingkat ketuntasan KKTP mencapai 83,78% (31 dari 37 siswa tuntas) karena didukung oleh konkretisasi benda konkret dan alat peraga di lingkungan sekitar. Sebaliknya, pada konten IPS (materi Keberagaman Budaya/Candi), tingkat ketuntasan KKTP hanya mencapai 45,94% (17 dari 37 siswa tuntas) akibat keterbatasan media konkrit dan tidak tersedianya situs sejarah lokal di sekitar madrasah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual sangat efektif untuk konsep-konsep operasional konkret, tetapi memerlukan integrasi media berbasis teknologi digital atau media audio-visual interaktif untuk mengatasi keterbatasan objek kontekstual abstrak pada muatan ilmu sosial.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makasar: CV. Syakir Media Press.

Alqoria, F. (2023). Implementasi Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Kelas IV Mata Pelajaran IPAS Pada Kurikulum Merdeka Di SDN 37 Rejang Lebong. Skripsi. Rejang Lebong: IAIN Curup.

Bujuri, D. A. (2018). Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia Dasar Anggota Teori Jean Piaget. Jurnal Islamika, 1(1), 82-101.

Hosnan, M. (2016). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Johnson, E. B. (2011). Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna (Terjemahan Ibnu Setiawan). Bandung: Mizan Learning Center.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase A - Fase C. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek.

Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2015). Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, A. (2019). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenadamedia Group.

Widiani, E. S. (2023). Implementasi Pembelajaran Kontekstual Pada Pembelajaran IPS di MTs Al-Muttaqin Pekanbaru. Skripsi. Pekanbaru: UIN Sultan Syarif Kasim.

Published

2024-08-01