MEMBENTUK KARAKTER DAN MENGELOLA EMOSI REUBAHN: INTERNASIONALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMK

Authors

  • Apid Hapidudin STAI Al-Aulia Bogor
  • Parid Abdulloh STAI Al-Aulia Bogor
  • Ade Putra Purnama STAI Al-Aulia Bogor

Keywords:

Kecerdasan Emosional, Pembelajaran PAI, Pembentukan Karakter

Abstract

Dunia pendidikan masa kini sering mendapat sorotan dan kritik publik akibat maraknya fenomena krisis moralitas serta tindakan destruktif remaja, seperti keterlibatan dalam tawuran dan kenakalan remaja lainnya. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa orientasi pendidikan formal selama ini terlalu berpusat pada pengembangan kognitif dan kecerdasan intelektual (IQ), serta mengabaikan pengembangan kecerdasan emosional (EQ) peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kecerdasan emosional siswa kelas X di SMK Aulia Cibungbulang Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei korelasi kausalitas. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X yang berjumlah 144 siswa, dengan sampel penelitian sebanyak 30 siswa yang diambil melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert untuk variabel pembelajaran PAI dan post-test untuk variabel kecerdasan emosional yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (r_hitung > r_tabel 0,361 dan alpha > 0,349). Hasil analisis statistik korelasi product moment menunjukkan nilai r_xy sebesar 0,553, yang berarti terdapat hubungan positif pada tingkat korelasi sedang/cukup antara pembelajaran PAI dan kecerdasan emosional siswa. Uji signifikansi parsial (uji t) menghasilkan t_hitung sebesar 3,511 yang signifikan lebih besar dari t_tabel 1,701 (df=28, alpha=0,05), sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Koefisien determinasi (R2) mencatat angka 30,6%, yang mengimplikasikan bahwa variansi kecerdasan emosional siswa dipengaruhi secara signifikan oleh efektivitas pelaksanaan pembelajaran PAI sebesar 30,6%, sedangkan 69,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel eksternal lainnya. Temuan ini menegaskan pentingnya rekonstruksi kurikulum dan strategi pembelajaran PAI yang mengintegrasikan penguatan afektif dan manajemen emosi untuk membina kepribadian siswa secara holistik.

References

Agustian, A. G. (2001). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ). Jakarta: Arga.

Arief, A. (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers.

Arifin, H. M. (2009). Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Azwar, S. (2007). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baharuddin. (2016). Pendidikan & Psikologi Perkembangan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Darajat, Z. (2000). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Goleman, D. (2004). Emotional Intelligence: Mengapa EI Lebih Penting daripada IQ (Terj. T. Hermaya). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Goleman, D. (2009). Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hamalik, O. (2002). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Majid, A. (2011). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2006). Nuansa Baru Pendidikan Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mulyasa, E. (2006). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ramayulis. (2005). Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tafsir, A. (1995). Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Uno, H. B. (2009). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Published

2025-02-01