TAZKIYAH https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH <p><a href="https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH" target="_blank" rel="noopener"><strong>Jurnal Tazkiyah</strong></a> (<strong>ISSN: 2809-252X</strong>) Merupakan ihtiar untuk dapat menumbuhkembangkan atau memberikan sumbangsih pemahaman tentang hazanah keilmuan dari berbagai sudut secara lebih komprehensif.Hal ini dimaksudkan untuk dapat dikonsumsi baik bagi mahasiswa maupun khalayak umum<br />Pada dasarnya Jurnal Tazkiyah adalah informasi keilmuan yang secara lengkap menghimpun tulisan-tulisan dari para Pakar Keilmuan yang berbeda yang dikemas secara apik, mudah untuk di baca dan difahami, hal tersebut dilatarbelakangi selama ini seringkali masih adanya kendala pemahaman tentang konteks ilmu agama, yang mengakibatkan lambatnya proses penyampaian informasi tentang khazanah keilmuan kepada masyarakat umum terlebih bagi mahasiswa khususnya.</p> <p> </p> <p style="display: none;"><a href="https://www.factorawealth.com/" rel="dofollow">olxtoto</a></p> en-US ahmadfaqihudin26@gmail.com (Ahmad Faqihudin) fahrurozi34@gmail.com (Ahmad Fahrurozi) Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.6 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 BENTENG MORAL GENERASI MUDA: BENTUK, EFEKTIVITAS, DAN PERAN STRATEGIS MAJELIS TAKLIM RAUDHOTUL MUTA'ALIMIN DALAM MENANGGULANGI DEKADENSI MORAL REMAJA DI KP. CIASMARA HILIR BOGOR https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/105 <p><em>Maraknya fenomena penurunan etika, pergaulan bebas, serta krisis karakter di kalangan generasi muda akibat arus digitalisasi menjadi latar belakang utama dilakukannya kajian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan kausalitas. Sampel penelitian mencakup seluruh remaja jamaah majelis taklim sebanyak 20 orang yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, serta penyebaran angket (kuesioner) berskala Likert. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial, mencakup uji korelasi Pearson Product Moment, uji signifikansi (uji t), dan koefisien determinasi (KD). Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Majelis Taklim Raudhotul Muta'alimin berada pada kategori cukup (skor rata-rata 42,00), dan kondisi pemeliharaan moral remaja juga berada pada kategori cukup (skor rata-rata 42,50). Berdasarkan uji korelasi, diperoleh nilai rhitung sebesar 0,449 yang lebih besar daripada rtabel sebesar 0,444 pada taraf signifikansi 5% (df = 18). Hal ini membuktikan adanya hubungan positif dan signifikan dengan tingkat keeratan sedang/cukup antara kegiatan majelis taklim dan upaya pencegahan dekadensi moral remaja. Nilai koefisien determinasi sebesar 20,16% mengindikasikan bahwa pembinaan majelis taklim berkontribusi positif sebesar 20,16% terhadap pembentukan moralitas remaja, sedangkan 79,84% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal lain seperti pengawasan keluarga, pergaulan sebaya, serta media sosial. Dengan demikian, Majelis Taklim Raudhotul Muta'alimin terbukti memiliki peran penting sebagai wadah transformasi nilai keagamaan dan benteng moralis generasi muda di era modern.</em></p> Aden Setiawan, Teti Apriyanti, Neng Siti Khoerunnisa Copyright (c) 2026 Aden Setiawan, Teti Apriyanti, Neng Siti Khoerunnisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/105 Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 +0000 ARSITEKTUR BI’AH LUGHAWIYYAH: STRATEGI INTEGRATIF PENGUASAAN BAHASA ARAB DAN AKSELERASI MAHARAH AL-KALAM SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN AL-AULIA BOGOR https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/106 <p><em>Bahasa Arab memiliki kedudukan strategis di lingkungan pesantren sebagai sarana komunikasi ritual-akademis serta instrumen utama pemahaman literatur Islam klasik. Kendati demikian, problematika ketidakberanian berbicara, keterbatasan perbendaharaan kata (mufradat), dan disorientasi kaidah tata bahasa (nahwu-sharaf) kerap menjadi hambatan krusial santri putri dalam mengaktualisasikan kemampuan percakapan harian. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis strategi integratif penguasaan bahasa Arab, mengidentifikasi capaian maharah al-kalam, serta memetakan faktor pendukung dan penghambat di Pondok Pesantren Al-Aulia Bogor. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap ustadzah, pengurus ASSIPPA bagian bahasa, dan 10 santri putri, serta studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembentukan lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyyah) dilaksanakan secara terstruktur melalui setoran rutin 5-7 mufradat harian, forum muhadatsah yaumiyyah mingguan, serta dinamika gim kebahasaan. Implikasi penerapan strategi ini berhasil meningkatkan kelancaran komunikasi dan keberanian berbicara santri putri hingga rentang 73%–85%. Namun demikian, kendala utama mendasar terletak pada ketidakmampuan menyusun struktur kalimat berbasis kaidah nahwu-sharaf (baru dicapai 30%–40% santri) serta interferensi bahasa ibu pasca-liburan dan interaksi dengan siswa non-pesantren.</em></p> Irawati, Parid Abdulloh, Soleh, Nafilah Kamelia Selvita Copyright (c) 2026 Irawati, Parid Abdulloh, Soleh, Nafilah Kamelia Selvita https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/106 Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 +0000 DINAMIKA EKOSISTEM SEBAYA DAN DETERMINASI MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI EMPIRIS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/107 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika lingkungan teman sebaya, strategi peningkatan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI), serta menguji secara empiris pengaruh lingkungan teman sebaya terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X SMA Ibnu Hajar Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X yang berjumlah 173 siswa, dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling berdasarkan kalkulasi rumus Slovin (margin error 10%). Pengumpulan data dilakukan melalui angket terstruktur berpola Skala Likert 5 poin yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha X = 0,818; Y = 0,861), serta didukung oleh studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji korelasi Product Moment Pearson, uji signifikansi (uji-t), dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator lingkungan teman sebaya berada pada kriteria baik (mean = 80,09; SD = 7,42) dan motivasi belajar PAI berada pada kriteria baik (mean = 81,41; SD = 7,35). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r_xy sebesar 0,591 yang berada pada kategori hubungan sedang/cukup kuat. Hasil uji signifikansi menghasilkan t_hitung sebesar 5,769 yang secara signifikan lebih besar daripada t_tabel sebesar 1,999 pada taraf signifikansi 5% (df = 62), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa lingkungan teman sebaya memberikan kontribusi determinatif sebesar 34,9% terhadap motivasi belajar PAI siswa, sedangkan 65,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel eksternal lain. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya rekayasa iklim sosial sekolah dan optimalisasi kelompok belajar sebaya bernuansa islami untuk memperkuat motivasi belajar PAI di kalangan remaja.</em></p> Wawan Rizwannudin, Apid Hapidudin, Andriyansyah, Siti Rahma Kamila Copyright (c) 2026 Wawan Rizwannudin, Apid Hapidudin, Andriyansyah, Siti Rahma Kamila https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/107 Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 +0000 MEMBENTUK PEMIMPIN DARI PODIUM: KAJIAN TRADISI MUHADHOROH DALAM STRATEGI TRANSLASI KEPEMIMPINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAUDLOTUTTHOLIBIN BOGOR https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/108 <p><em>Salah satu instrumen kurikuler dan tradisi kelembagaan yang dinilai sangat efektif dalam mendukung pembentukan jiwa kepemimpinan tersebut adalah tradisi muhadhoroh yang dilaksanakan secara terstruktur di Pondok Pesantren Raudlotuttholibin Pagentongan Bogor. Tradisi muhadhoroh tidak sekadar berfungsi sebagai wahana latihan retorika publik (public speaking), melainkan bertindak sebagai media enkulturasi nilai yang menumbuhkan tanggung jawab, keberanian, kedisiplinan, dan artikulasi komunikasi persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran tradisi muhadhoroh dalam melatih kepemimpinan santri serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, data diperoleh melalui pengamatan terlibat (participant observation), wawancara mendalam dengan pengurus serta santri, dan studi dokumentasi kelembagaan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berbasis triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi muhadhoroh memiliki peran multidimensional dalam melatih kepemimpinan, meliputi peningkatan efikasi diri, literasi komunikasi dakwah, kemampuan manajerial organisasi, serta internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik (siddiq, amanah, tabligh, fathanah). Faktor pendukung mencakup keteladanan ustaz, iklim pesantren yang kondusif, dan partisipasi kolektif santri; sementara faktor penghambat didominasi oleh kecemasan performa publik, variasi kapasitas individu, dan hambatan manajemen waktu. Dengan demikian, tradisi muhadhoroh merupakan representasi laboratorium kepemimpinan Islam yang sangat aplikatif dan berkelanjutan.</em></p> Agus Sarifudin, Islahudin, Ahmad Fahruroji, Abdul Gofar Malik Copyright (c) 2026 Agus Sarifudin, Islahudin, Ahmad Fahruroji, Abdul Gofar Malik https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/108 Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 +0000 MANHAJ AMALIYAH ASWAJA AN-NAHDHIYAH: INTERNALISASI TRADISI DAN KONSTRUKSI KARAKTER RELIGIUS KADER PMII STAI AL-AULIA BOGOR https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/109 <p><em>Sebagai organisasi mahasiswa yang menjadikan Aswaja tidak hanya sebagai doktrin teologis melainkan juga sebagai paradigma berpikir dan bertindak (manhaj al-fikr wa al-harakah), PMII bertanggung jawab membentuk karakter religius kader melalui rutinitas amaliyah tradisi Nahdliyin. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi amaliyah Aswaja An-Nahdhiyah—meliputi tahlil, tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid Nabi, dan amar ma’ruf nahyi munkar—dalam membentuk karakter religius kader serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pengurus dan kader, serta studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amaliyah Aswaja An-Nahdhiyah diimplementasikan secara rutin dan terstruktur sebagai media habituasi dan internalisasi spiritual. Praktik ini terbukti secara signifikan mengonstruksi lima dimensi karakter religius kader, yaitu ketaatan beribadah, sikap tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan ta’adul (adil). Faktor pendukung utama terdiri atas kesadaran kolektif pengurus, tradisi kultur pesantren yang melekat, dan keberadaan program kerja keagamaan rutin. Sementara faktor penghambat meliputi fragmentasi latar belakang kader, kesibukan akademik dan pekerjaan, serta keterbatasan manajemen waktu. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mempertahankan amaliyah keagamaan berbasis kearifan tradisi sebagai benteng moril dan intelektual kader di era modernisasi.</em></p> Ahmad Gozali, E. Madyunus, Muhamad Yusup Maulana, Komarudin Komarudin Copyright (c) 2026 Ahmad Gozali, E. Madyunus, Muhamad Yusup Maulana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.staiaulia.ac.id/index.php/TAZKIYAH/article/view/109 Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 +0000