MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN WHATSAPP DAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI
Keywords:
Blended Learning, Motivasi Belajar, Pendidikan Agama IslamAbstract
Blended learning merupakan jawaban model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajar abad 21 saat ini yang telah memasuki Revolusi Industri 4.0, dan salah satu media yang dapat membantu proses pembelajaran ketiak daring/online ialah media WhatsApp. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Adapun penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa metode korelasional. Sedangkan hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) Nilai r hitung sebesar 0,749 yang telah dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf signifikan 5% diperoleh nilai sebesar 0,361, maka rhitung 0,749 > rtabel 0,361. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara model pembelajaran blended learning menggunakana WhatsApp terhadap motivasi belajar siswa. 2) Nilai thitung sebesar 5,988 yang telah dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf nyata 0,05 diperoleh nilai sebesar 1,701, maka 5,988 > 1,701, ini berarti berada pada wilayah penerimaan hipotesis.
References
Arifin, M. Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara, 2000.
Hamdi, Asep Saepul, dan E. Bahruddin. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish, 2014.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993.
Kristianty, Theresia. Metode Penelitian Kualitatif dan Enam Tradisi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Balai Pustaka, 2003.
Martin. Dasar-dasar Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Maulani, Rukaesih A, dan Ucu Cahyana. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, Revis, Cet. XXII. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Nurfitriani, Rahmah, Muhammad Almi Hidayat, dan Musradinur. “Implementasi Metode Kitabah dan Metode Wahdah dalam Pembelajaran Tahfidz Siswa Sekolah Dasar.” Pionir: Jurnal Pendidikan Vol. 11, no. 2 (2022): 87–99.
Puspitarini, Dyah. “Blended Learning sebagai Model Pembelajaran Abad 21.” Ideguru : Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 7, no. 1 (2022): 1–6. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.51169/ideguru.v7i1.307.
Qawi, Abdul. “Peningkatan Prestasi Belajar Hafalan Al-Qur’an Melalui Metode Talaqqi di MTsN Gampong Teungoh Aceh Utara.” Jurnal Ilmiah ISLAM FUTURA Vol. 16, no. 2 (2017): 265–83.
Rahartri. “‘Whatsapp’ Media Komunikasi Efektif Masa Kini (Studi Kasus Pada Layanan Jasa Informasi Ilmiah di Kawasan Puspiptek).” Jurnal Visi Pustaka Vol. 21, no. 2 (2019): 147–56.
Rahman, Abdul. Kaidah Emas Menghafal Al-Qur’an. Bandung: Asy-Syaamil, 2000.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group, 2016.
Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press, 2007.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2016.
________. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Cet-19. Bandung: Alfabeta, 2013.
________. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), Cet. Ke-22. Bandung: Alfabeta, 2015.
Suryabrata, Sumadi. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2012.
Susianti, Cucu. “Efektivitas Metode Talaqqi dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Anak Usia Dini.” Jurnal Tunas Siliwangi Vol. 2, no. 1 (2016): 1–19.
Wijaya, Ahsin Al-Hafidz. Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an. Jakarta: Amzah, 2009.
Wojowasito, S., dan W.J.S. Poerwadarminta. Kamus Lengkap Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris. Bandung: Hasta, 1980.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Andriyansyah, Irawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




